Aku Selalu Mendengar Namaku Dipanggil… Sampai Aku Sadar Siapa yang Memanggil
Aku Selalu Mendengar Namaku Dipanggil… Sampai Aku Sadar Siapa yang Memanggil
Awalnya aku kira itu hanya perasaanku saja.
Hal biasa.
Mungkin cuma salah dengar.
Tapi lama-lama, aku mulai sadar…
Suara itu selalu memanggil namaku.
Dan selalu… di waktu yang sama.
Pertama Kali Terjadi
Itu terjadi sekitar jam 3 pagi.
Aku terbangun tiba-tiba.
Bukan karena mimpi buruk.
Bukan karena suara keras.
Tapi karena…
"…Wulan…"
Pelan.
Seperti bisikan.
Aku langsung membuka mata.
Kamar gelap.
Sunyi.
Tidak ada siapa-siapa.
Aku pikir itu hanya mimpi.
Lalu aku tidur lagi.
Malam Kedua
Hal yang sama terjadi lagi.
Jam hampir 3 pagi.
Aku terbangun.
Dan suara itu kembali.
"…Wulan…"
Kali ini lebih jelas.
Seperti seseorang berdiri di dekat pintu.
Aku langsung duduk.
Menatap ke arah pintu kamar.
Tidak ada apa-apa.
Aku Mulai Takut
Ini bukan lagi kebetulan.
Tiga malam berturut-turut.
Di jam yang hampir sama.
Dengan suara yang sama.
Memanggil namaku.
Aku mulai merasa… ini nyata.
Aku Mencoba Mengabaikan
Beberapa malam berikutnya, aku mencoba tidak peduli.
Kalau aku terbangun, aku langsung menutup mata lagi.
Aku berpura-pura tidak mendengar.
Tapi anehnya…
Semakin aku mengabaikan, suara itu semakin dekat.
Sampai Malam Itu Datang
Malam itu berbeda.
Aku belum tidur.
Jam menunjukkan 2:58 pagi.
Aku sengaja menunggu.
Ingin membuktikan… apakah suara itu benar-benar ada.
Dan tepat jam 3…
"…Wulan…"
Kali ini bukan dari pintu.
Bukan dari luar kamar.
Tapi dari…
Dalam kamar.
Aku Tidak Sendirian
Aku merasakan sesuatu di belakangku.
Dekat.
Sangat dekat.
Napasnya… terasa di leherku.
"…Wulan…"
Aku tidak berani bergerak.
Tidak berani menoleh.
Aku hanya duduk diam, dengan jantung yang seperti mau keluar.
Aku Memberanikan Diri Menoleh
Perlahan.
Sangat pelan.
Aku menoleh ke belakang.
Dan di situlah semuanya berubah.
Yang Aku Lihat
Tidak ada siapa-siapa.
Kosong.
Tapi di cermin…
Aku melihat seseorang berdiri di belakangku.
Itu Aku
Atau… sesuatu yang terlihat seperti aku.
Wajah yang sama.
Mata yang sama.
Tapi ekspresinya…
Kosong.
Dingin.
Dan dia tersenyum.
Suara Itu Datang Lagi
Kali ini bukan berbisik.
Tapi jelas.
Dari refleksi itu.
"…akhirnya kamu lihat aku…"
Aku langsung menoleh ke belakang lagi.
Kosong.
Tidak ada siapa-siapa.
Tapi saat aku kembali melihat ke cermin…
Dia masih di sana.
Setelah Malam Itu
Sejak kejadian itu, aku tidak pernah lagi tidur dengan cermin menghadap ke tempat tidur.
Dan suara itu…
Masih kadang terdengar.
Tapi sekarang, aku tidak pernah menjawab.
Penutup (Plot Twist)
Beberapa hari lalu, aku menyadari sesuatu yang lebih menyeramkan.
Setiap kali aku bercermin…
Gerakanku… tidak selalu sama dengan refleksiku.
Kadang ada jeda kecil.
Kadang… dia tersenyum lebih dulu.
---
Dan sekarang aku mulai bertanya:
Apa yang sebenarnya berada di dalam cermin itu…
dan sejak kapan dia mulai menirukan aku?
Awalnya aku kira itu hanya perasaanku saja.
Hal biasa.
Mungkin cuma salah dengar.
Tapi lama-lama, aku mulai sadar…
Suara itu selalu memanggil namaku.
Dan selalu… di waktu yang sama.
Pertama Kali Terjadi
Itu terjadi sekitar jam 3 pagi.
Aku terbangun tiba-tiba.
Bukan karena mimpi buruk.
Bukan karena suara keras.
Tapi karena…
"…Wulan…"
Pelan.
Seperti bisikan.
Aku langsung membuka mata.
Kamar gelap.
Sunyi.
Tidak ada siapa-siapa.
Aku pikir itu hanya mimpi.
Lalu aku tidur lagi.
Malam Kedua
Hal yang sama terjadi lagi.
Jam hampir 3 pagi.
Aku terbangun.
Dan suara itu kembali.
"…Wulan…"
Kali ini lebih jelas.
Seperti seseorang berdiri di dekat pintu.
Aku langsung duduk.
Menatap ke arah pintu kamar.
Tidak ada apa-apa.
Aku Mulai Takut
Ini bukan lagi kebetulan.
Tiga malam berturut-turut.
Di jam yang hampir sama.
Dengan suara yang sama.
Memanggil namaku.
Aku mulai merasa… ini nyata.
Aku Mencoba Mengabaikan
Beberapa malam berikutnya, aku mencoba tidak peduli.
Kalau aku terbangun, aku langsung menutup mata lagi.
Aku berpura-pura tidak mendengar.
Tapi anehnya…
Semakin aku mengabaikan, suara itu semakin dekat.
Sampai Malam Itu Datang
Malam itu berbeda.
Aku belum tidur.
Jam menunjukkan 2:58 pagi.
Aku sengaja menunggu.
Ingin membuktikan… apakah suara itu benar-benar ada.
Dan tepat jam 3…
"…Wulan…"
Kali ini bukan dari pintu.
Bukan dari luar kamar.
Tapi dari…
Dalam kamar.
Aku Tidak Sendirian
Aku merasakan sesuatu di belakangku.
Dekat.
Sangat dekat.
Napasnya… terasa di leherku.
"…Wulan…"
Aku tidak berani bergerak.
Tidak berani menoleh.
Aku hanya duduk diam, dengan jantung yang seperti mau keluar.
Aku Memberanikan Diri Menoleh
Perlahan.
Sangat pelan.
Aku menoleh ke belakang.
Dan di situlah semuanya berubah.
Yang Aku Lihat
Tidak ada siapa-siapa.
Kosong.
Tapi di cermin…
Aku melihat seseorang berdiri di belakangku.
Itu Aku
Atau… sesuatu yang terlihat seperti aku.
Wajah yang sama.
Mata yang sama.
Tapi ekspresinya…
Kosong.
Dingin.
Dan dia tersenyum.
Suara Itu Datang Lagi
Kali ini bukan berbisik.
Tapi jelas.
Dari refleksi itu.
"…akhirnya kamu lihat aku…"
Aku langsung menoleh ke belakang lagi.
Kosong.
Tidak ada siapa-siapa.
Tapi saat aku kembali melihat ke cermin…
Dia masih di sana.
Setelah Malam Itu
Sejak kejadian itu, aku tidak pernah lagi tidur dengan cermin menghadap ke tempat tidur.
Dan suara itu…
Masih kadang terdengar.
Tapi sekarang, aku tidak pernah menjawab.
Penutup (Plot Twist)
Beberapa hari lalu, aku menyadari sesuatu yang lebih menyeramkan.
Setiap kali aku bercermin…
Gerakanku… tidak selalu sama dengan refleksiku.
Kadang ada jeda kecil.
Kadang… dia tersenyum lebih dulu.
---
Dan sekarang aku mulai bertanya:
Apa yang sebenarnya berada di dalam cermin itu…
dan sejak kapan dia mulai menirukan aku?
Komentar
Posting Komentar